Seminggu terakhir muncul wacana vaksinasi berbayar, bahkan bukan hanya wacana, mekanisme dan harga pun sudah disosialisasikan kepada masyarakat lewat media-media mainstream. Agenda vaksinasi berbayar ini di munculkan demi mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat dengan membuka kesempatan vaksin bagi mereka yang ingin namun belum memperoleh lampu hijau dari instansi pelaksana vaksin. Kimia farma sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara dikabarkan sudah siap mengambil tanggung jawab untuk melaksanakan vaksin berbayar ini. Lalu dimana masalah vaksinasi berbayar ini?
Isu komersialisasi vaksinasi sebenarnya telah dibahas panjang sejak agenda vaksin pertama kali di akhir tahun 2020. Isu komersialisasi vaksin ini kemudian langsung ditutup oleh presiden yang menyatakan bahwa vaksinasi akan diberikan secara gratis. Lalu isu ini kembali muncul karena proses vaksin yang hingga kini masih belum mampu untuk memenuhi target herd immunity ditengah kasus covid 19 yang kembali naik tinggi. Jika memang vaksin berbayar ini di munculkan demi mempercepat proses vaksin dengan melibatkan pihak swasta yang dalam hal ini sebenarnya masih berada dalam payung besar pemerintah bernama BUMN, mengapa tidak terpikir untuk mendelegasikan juga proses vaksinasi kepada mereka, vaksinnya dibuat gratis dan masyarakat hanya mengeluarkan uang untuk jasa atau pelayanan penyuntikan yang diperoleh. Tentu saja itu diiringi dengan ketentuan pemerintah berupa analisis harga pelayanan tersebut. Hal ini tentu tetap menimbulkan kontroversi, namun tentu jauh lebih baik daripada membebani harga vaksin kepada masyarakat. Belajar dari kegagalan dalam melakukan testing dimana begitu banyak pihak swasta yang akhirnya mencari keuntungan dari jasa dan pelayanan tes yang akhirnya membuat masyarakat enggan untuk melakukan tes karena tingginya harga sehingga menyebabkan angka testing kita begitu rendah dan membuat angka positif harian yang ditayangkan diberbagai media layaknya puncak gunung es karena hanya mereka yang mampu untuk melakukan tes dan beruntung dapat terjaring dalam proses tracing lah yang memperoleh kesempatan untuk mendapat diagnosa covid 19.
Comments
Post a Comment